PENDEKATAN KRITIS DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI

Kajian: Hubungan antara atasan-bawahan dalam masyarakat kapitalis

Pendekatan ini muncul pada abad ke-19.Saat itu tokoh komunikasi,Marx berpendapat yang intinya adalah kita harus mulai kritis di era kapitalis yang penuh dengan penindasan terhadap pekerja bawahan.Sikap kritis tersebut akan membawa kita ke revolusi.

Miller (2001),menyebutkan 3 isu yang biasa dikaji dalam pendekatan kritis ini.Ke-3 isu tsb antara lain:

1.Struktur sosial telah membawa ketidak seimbangan power
Maksudnya adalah Struktur yang tidak kredibel akan membuat kesejangan sosial,antara atasan dan bawahan tercipta jurang pemisah yang cukup besar.Atasan cenderung memiliki kekuasaan mutlak.

2.Ketidakseimbangan power menyebabkan keterasingan/penindasan terhadap kelas tertentu
Kekuasaan yang tidak terkontrol akan membuat atasan bertindak sewenang-wenang.

3.Peran teori kritis adalah membuka ketidakseimbangan tsb.

It’s All About POWER

The Pervasiveness of Power

-Dari perspektif Tradisional,Power dipandang sebagai sesuatu yang stabil relatif dimiliki oleh organanisasi.Power setara dalam hirarki organisasi.Power tertinggi dimiliki oleh bagian atas dalam hirarki organisasi.

-Perspektif Symbol menganggap power adalah hasil dari interaksi komunikasi dalam suatu organisasi.Organisasi menilai power dari buah kehidupan sosialisasinya

-Perspektif radical kritis membandingkan “surface structure” dan “deep structure” dari power yang perlu digali lebih lanjut.Perspektif ini juga memeplajari tentang bagaimana ekonomi,sosial dan komunikasi membangun suatu power.

Miller(2001) menyebutkan sumber powerdalam hubungan organisasi:

1.Otoritas formal
2.Kontrol terhadap sumber daya,keputusan,informasi,teknologi
3.Pemanfaatan regulasi(aturan)
4,Kemampuan mengatasi ketidakpastian
5.Aliansi personal
6.Simbolisme dari manajemen
7.Gender

MODE&MEANS

-Mode merujuk pada kondisi ekonomi yang berujung pada ketidakseimbangan gaji dan timbulnya konflik

-Means merujuk pada proses kerja (penciptaan produk&jasa) yang mengunakan tenaga mesin.Hal ini menyebabkan dehumanisasi yang berujung pada keterasingan dan penindasan terhadap bawahan.

Gender

Masalah gender biasanya timbul di wilayah2 yang menganut sistem partiarkal,dimana ruang gerak perempuan seakan dibatasi.Masalah2 yang muncul akan isu ini antara lain kurangnya promosi untuk wanita,perempuan distereotipkan kurang tegas dan tidak bisa berfikir dengan logika.Belum lagi pelecehan seksual dan isu pendiskriminasian lainnya.

Discourse(Wacana Organisasi)

Para pemikir kritis berpendapat bahwa lewat wacana organisasi (komunikasi organisasi) lah power tercipta.Regulasi dan kebijakan yang adalah alat kekuasaan(power) yang biasanya terbentuk dari kegiatan komunikasi semacam rapat direksi.Penciptaan kebijakan tsb tidak lain adalah untuk menciptakan suatu dominasi dari atasan terhadap bawahannya.

Ideologi& Hegemoni

-Isu Mode&means,gender dan discourse dapat diarahkan untuk membentuk suatu ideologi dan hegemoni.Ideologi itu sendiri dibentuk dari power dan dominasi si kelompok dominan,sedangkan hegemoni adalah situasi dimana kelompok dominan memimpin kelompok lain untuk menerima subordinasi sebagai norma.

-Menurut pemikir kritis hegemoni dan ideologi dari si dominan harus dihindari,karena menrupakan ketidakseimbangan sosial dimana ada tindakan ke-otoriteran.

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: