SEJARAH PUBLIC RELATIONS

Praktek PR sebenarnya sudah ada sejak jaman nenek moyang kita.Dimulai dengan ditemukannya tulisan di gua2 dan di batu2,bangunan,dll.Untuk praktek PR secara resminya itu sendiri dimulai di Inggris tepatnya di DEPKEU dengan menunjuk seorang juru bicara pada saat itu.Namun dalam perkebangannya di Inggris tidak begitu luas,justru hal itu terjadi Amerika Serikat

.Pada awalnya praktek PR di Amerika ramai dengan propaganda.Komunikasi yang terjadi tidak berimbang dan jauh dari kepentingan publik.Lalu tampilah Ivy Leedbetter Lee,pencetus PR yang mengedepankan kepentingan publik.Lalu ia membuka konsultan PR yang berprinsip kejujuran dan keterbukaan informasi bagi publik.Perkembangan PR dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.Mengapa?karena saat teknologi perkembang maka media2 PR juga secara otomatis berkembang Baca lebih lanjut

ANALISIS KASUS LUMPUR LAPINDO KAITANNYA DENGAN MANAGEMENT KRISIS

Semburan lumpur Sidoarjo terus meningkat. Delapan desa dinyatakan rawan bencana. Masyarakat pun makin menderita. Palu vonis nasib penduduk di delapan desa yang menjadi korban semburan lumpur panas Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo sudah diketokkan. Desa itu adalah Desa Siring, Jatirejo, Renokenongo, Mindi (Kec.Porong), Kedungbendo Kec.Tanggulangin), Desa Pejarakan, Kedungcangkring dan Besuki (kec.Jabon).

Warga yang menderita karena harus mengungsi meninggalkan rumah di kampung halaman hanya bisa pasrah. Karena volume semburan lumpur dari hari ke hari terus bertambah.

Jika di awal kejadian, 29 Mei 2006, semburan lumpur hanya 5.000 m3 per hari, sampai 27/9 lalu semburan melonjak mencapai 126.000 m3 per hari. Tak ayal, luapan genangan lumpur pun terus merambah, mencapai lebih dari 400 hektar.

Upaya menutup semburan lumpur memang masih dilakukan. Namun hingga saat ini, melalui skenario ketiga berupa relief well (pengeboran menyamping) belum juga membuahkan hasil. Pembuatan dan penguatan tanggul diteruskan. Panjangnya mencapai lebih dari 22 km dengan ketinggian antara 3 hingga 10 m. Bahkan di ring 1 yang berbatasan dengan perumahan penduduk di Desa Siring, ketinggiannya mencapai 8 – 12 m. Lebar tanggul di bagian atas 7 m dan bagian bawah 12 m.

Kendati begitu, tanggul yang dibuat dari tanah dan pasir yang dipadatkan, membentuk kolam raksasa seluas lebih dari 400 hektar, bukan tak bermasalah. Selama enam pekan terakhir, sudah 9 kali tanggul jebol di beberapa tempat. Karena tak kuat menahan tekanan lumpur yang terus menyembur (Kompas, 26/9).

Efek domino kasus Lapindo ini memang tak bisa dihindari. Luapan lumpur panas sudah menenggelamkan ribuan rumah penduduk, persawahan, gedung sekolah, puskesmas dan puluhan pabrik serta tempat ibadah. Selain itu menggenangi sebagian jalan tol dan pipa saluran gas. Pada 26 September lalu, lumpur kembali menggenangi jalan tol di KM 37,600 – 37,900 setinggi 1,5 meter.

Warga desa yang berjumlah 2.983 KK diputuskan harus pindah ke pemukiman baru yang permanen. “Presiden minta agar tidak saja rumah baru yang diberikan, tapi juga penghidupan dan ganti rugi yang wajar,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto usai sidang. Semua biaya yang dibutuhkan untuk itu akan menjadi beban Lapindo.

“Semua biaya ditanggung Lapindo. Diperkirakan dana yang dibutuhkan yang bisa dihitung kini sekitar Rp 1,5 trilyun,” ujar Basuki Hadimoeljono, Ketua Pelaksana Timnas yang mendampingi menteri.

Sidang juga memutuskan upaya penghentian lumpur tetap dilanjutkan. Juga penguatan tanggul dan pondasi serta membuang lumpur ke Kali Porong. Selain itu, jalan tol, rel kereta api dan jalur pipa distribusi gas segera dipindahkan. Diputuskan pula memanfaatkan lumpur untuk industri bahan bangunan yang akan dibangun di Desa Ngoro dan Krian, Sidoarjo.

Belum diketahui kapan semburan lumpur bisa dihentikan. Apalagi ada kabar buruk dari tiga peneliti gunung lumpur (mud volcanoes) yang meyakini semburan tak bisa dihentikan sebelum kantong lumpur yang masih tersisa sekitar 1 juta m3 habis terkuras. Ketiga peneliti tersebut Adriano Mazzini dan Anders Nermoen dari Departemen Geologi, Oslo University, Norwegia dan Gregory Ahmanov dari Moskwa University, Rusia. “Mustahil menghentikan semburan lumpur yang berasal dari kepundan gunung lumpur. Over pressure di struktur geologi mungkin akan kembali stabil. Tapi kami tidak bisa memperkirakan waktunya,” kata Adriano saat memaparkan hasil penelitiannya seperti ditulis Indo Pos (26/9). SP (Berita Indonesia 23)
Baca lebih lanjut

PENDEKATAN KRITIS DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI

Kajian: Hubungan antara atasan-bawahan dalam masyarakat kapitalis

Pendekatan ini muncul pada abad ke-19.Saat itu tokoh komunikasi,Marx berpendapat yang intinya adalah kita harus mulai kritis di era kapitalis yang penuh dengan penindasan terhadap pekerja bawahan.Sikap kritis tersebut akan membawa kita ke revolusi.

Baca lebih lanjut

PENDEKATAN BUDAYA DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI

Manusia adalah makhluk emosional yang mempunyai rasa membutuhkan terhadap orang lain.Hal ini mempengaruhi tindakan,perilaku,dan komunikasinya dilingkungan kerja.

Budaya adalah system nilai manusia.Ada shared menaning didalamnya,dan notabene diekspresikan secara simbolik.

Komunikasi Budaya adalah Kombinasi antara adat istiadat,kepercayaan.simbol,pengetahuan,bahasa sebagai identitas dari suatu kelompok.

Budaya organisasi adalah asumsi dasar yang dijadikan tolakukur oleh organisasi dalam pelaksanaan hubungan internal maupun eksternal( Schein&Keyton)
Baca lebih lanjut

MAZHAB KLASIK & HUMAN RELATIONS

MAZHAB KLASIK muncul pada era setelah revolusi industri,yang artinya tenaga manusia pada saat itu digantikan oleh tenaga mesin.Teori ini menganggap organisasi adalah sebuah mesin.Ada dua alasan kenapa disebut begitu,karena ibaratnya mobil jika mesinnya ada yang rusak maka tidak bisa jalan,seperti itulah organisasi,seluruh strukturnya harus berjalan dengan baik demi kelangsungan hidupnya.
Baca lebih lanjut

TIPE KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Cara Pandang Objektif

Pemimpin yang memiliki cara pandang objektif biasanya berhubungan dengan bawahannya sesuai dengan prosedur atasan-bawahan.Proses komunikasinya pun terkesan kaku dan seringkali asal memerintah tanpa mau mendengarkan masukan dari orang lain.Pemimpin otoriter adalah contoh pemimpin yang memiliki cara pandang ini.kegiatan nonformal jarang terjadi diantara atasan-bawahan.
Sedangkan cara pandang subjektif lebih luwes dan fleksibel sesuai dengan pemaknaan akan suatu hal/informasi.Komunikasi atasan-bawahan lebih cair,bawahan banyak memberikan masukan kepada atasan.Kegiatan2 nonformal baik atasan-bawahan,bawahan-atasan banyak terjadi.
Baca lebih lanjut

KONSUMERISME

Budaya Konsumerisme

Keadaan masyarakat yang sekarang ini semakin berubah seiring perkembangan zaman dimana pengaruh dari budaya konsumerisme yang terjadi di masyarakat dengan adanya perubahan pola pikir dimana masyarakat sekarang terpengaruh adanya budaya yang berkembang sehingga sebuah substansi yang ada terkalahkan oleh budaya yang ada sebuah substansi yang seharusnya merupakan tujuan awal dan utama terkalahkan dengan adanya dominasi budaya yang berkembang di masyarakat. Budaya merupakan hasil dari proses sosial yang dilakukan manusia tetapi pada kenyataan sekarang ini budaya yang ada menjadi pembentuk diri manusia. Batasan tipis antara kebutuhan dan keinginan yang menjadikan pemikiran masyarakat sekarang ini lebih kearah keinginan dan budaya atau mode yang sedang berkembang, proses konsumsi dari masyarakat sekarang ini tidak tergantung pada substansi kebutuhan tetapi adanya pelekatan mode serta buadaya yang sedang berkembang dalam masyarakat.
Baca lebih lanjut

groupthink

BERIKUT ADALAH MAKALAH TENTANG TEORI GRUPTHINK… Baca lebih lanjut

MODEL BERLO

pada tahun 1960,David K Belo mengembangkan sebuah model baru dalam bukunya The process of communication.Model ini tampak seperti pandangan komunikasi aristosteles.Model Berlo ini memusatkan perhatian pada proses komunikasi.Berlo menyatakan bahwa pemaknaan ada pada manusia bukan kata kata.Dengan kata lain pemaknaan dari sebuah pesan ada pada gerak tubuh para kumunikan bukan pada pesan itu sendiri.

Model komunikasi Berlo berbeda dengan model model lainnya.Konsep sumber dan penerima diperluas.Berlo adalah yang pertama yang menempetkan pancaindera sebagai bagian dari komunikasi.

Model komunikasi Berlo sering digunakan sebagai acuan umum proses komunikasi bermedia. Model ini berbeda dengan model lain karena ada komponen yang terdapat di dalamnya menyebutkan istilah “channels” untuk media dalam komunikasi bermedia.

Dalam model komunikasi David K.Berlo, diketahui bahwa komunikasi terdiri dari 4 Proses Utama yaitu SMRC (Source, Message, Channel, dan Receiver) lalu ditambah 3 Proses sekunder, yaitu Feedback, Efek, dan Lingkungan.

1. Source (Sumber), Sumber adalah seseorang yang memberikan pesan atau dalam komunikasi dapat disebut sebagai komunikator. Walaupun sumber biasanya melibatkan individu, namun dalam hal ini sumberjuga melibatkan banyak individu. Misalnya, dalam organisasi, Partai, atau lembaga tertentu. Sumber juga sering dikatakan sebagai source, sender, atau encoder. Menurut Berlo, source dan receiver dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: ketrampilan berkomunikasi, tindakan yang diambil, luasnya pengetahuan, sistem sosial, dan kebudayaan lingkungan sekitar

2. Message (Pesan), pesan adalah isi dari komunikasi yang memiliki nilai dan disampaikan oleh seseorang (komunikator). Pesan bersifat menghibur, informatif, edukatif, persuasif, dan juga bisa bersifat propaganda. Pesan disampaikan melalui 2 cara, yaitu Verbal dan Nonverbal. Bisa melalui tatap muka atau melalui sebuah media komunikasi. Pesan bisa dikatakan sebagai Message, Content, atau Information. pesan yang diutarakan dikembangkan sesuai dengan elemen, struktur, isi, perlakuan, dan kode. Kemudian channel yang akan digunakan berhubungan langsung dengan panca indera, yaitu dengan melihat, mendengar, menyentuh, mencium bau-bauan, dan mencicipi.

3. Channel (Media dan saluran komunikasi), Sebuah saluran komunikasi terdiri atas 3 bagian. Lisan, Tertulis, dan Elektronik. Media disini adalah sebuah alat untuk mengirimkan pesan tersebut. Misal secara personal (komunikasi interpersonal), maka media komunikasi yang digunakan adalah panca indra atau bisa memakai media telepon, telegram, handphone, yang bersifat pribadi. Sedangkan komunikasi yang bersifat massa (komunikasi massa), dapat menggunakan media cetak (koran, suratkabar, majalah, dll) , dan media elektornik(TV, Radio). Untuk Internet, termasuk media yang fleksibel, karena bisa bersifat pribadi dan bisa bersifat massa. Karena, internet mencakup segalanya. Jika anda membuka http://www.kuliahkomunikasi.com < maka media ini bersifat massal, namun jika anda chattingh melalui yahoo messenger, maka media ini bersifat interpersonal, dan jika anda menuliskan Blog (blogging atau menulis diary), media ini bisa berubah menjadi media yang bersifat Intrapersonal (kepada diri sendiri).

4. Receiver (Penerima Pesan), Penerima adalah orang yang mendapatkan pesan dari komunikator melalui media. Penerima adalah elemen yang penting dalam menjalankan sebuah proses komunikasi. Karena, penerima menjadi sasaran dari komunikasi tersebut. Penerima dapat juga disebut sebagai public, khalayak, masyarakat, dll.Receiver meliputi aspek keterampilan dalam berkomunikasi,sikap,pengetahuan,system social,kebudayaan.

Elemen Tambahan :

1. Feedback (Umpan Balik), Umpan balik adalah suatu respon yang diberikan oleh penerima. Penerima disini bukan dimaksudkan kepada penerima sasaran (khalayak), namun juga bisa didapatkan dari media itu sendiri. Misal, kita sebagai seorang penulis mengirimkan sebuah artikel kepada suatu media massa. Lalu, bisa saja kita artikel kita ternyata bagus, namun ada beberapa hal yang harus di edit. Sehingga, pihak media mengembalikan artikel kita untuk di edit ulang.

2. Efek, sebuah komunikasi dapat menyebabkan efek tertentu. Efek komunikasi adalah sebuah respon pada diri sendiri yang bisa dirasakan ketika kita mengalami perubahan (baik itu negatif atau positif) setelah menerima pesan. Efek ini adalah sebuah pengaruh yang dapat mengubah pengetahuan, perasaan, dan perilaku (Kognitif, afektif, dan konatif)

3. Lingkungan, adalah sebuah situasi yang dapat mempengaruhi terjadinya suatu komunikasi. Situasi Lingkungan terjadi karena adanya 4 faktor :

* Lingkungan Fisik(Letak Geografis dan Jarak)
* Lingkungan Sosial Budaya (Adat istiadat, bahasa, budaya, status sosial)
* Lingkungan Psikologis ( Pertimbangan Kejiwaan seseorang ketika menerima pesan)
* Dimensi Waktu (Musim, Pagi, Siang, dan Malam)

Tidak terbatasnya penggunaan model ini terhadap konteks komunikasi lain (seperti komunikasi massa, komunikasi antarpribadi, maupun berbagai bentuk komunikasi tertulis) menjadi suatu kelebihan tersendiri bagi model Berlo. Selain itu, model ini juga berfungsi sebagai pemandu para komunikan dalam melakukan komunikasi. Model ini dapat membawa pembicara untuk melakukan penelitian terhadap seberapa efisien dan efektif-kah pesan yang ia sampaikan kepada pendengar, seperti:
Apakah pesan yang ia sampaikan sesuai dengan latar belakang pendengarnya.
Apakah ia sudah menempatkan dirinya sesuai dengan target atau sasarannya.
Dan lain sebagainya.

Namun, kehadiran model Berlo yang menyajikan komunikasi sebagai fenomena satu arah dan statis, membuat ketertarikan para komunikan terhadap model ini menjadi berkurang. Kurangnya feed back dari receiver diduga menjadi salah satu kelemahan model Berlo.

diambil dari berbagai sumber..

Pengaturan Penulisan ‹ COMMUNICATIONS WORLD — WordPress

Pengaturan Penulisan ‹ COMMUNICATIONS WORLD — WordPress.